Tampilkan postingan dengan label perencanaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perencanaan. Tampilkan semua postingan

12 September 2017

TIPS SEDERHANA MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA (Bagian - 2)


Gambar dari Pixabay
Banyak kebiasaan yang dapat kita latih, termasuk membuat rencana keuangan keluarga. Akan tetapi, memulai perencanaan seringkali adalah yang tersulit. Bingung mau mulai dari mana.

Oleh karena itu, mulailah dengan menyadari kebiasaan pengeluaran keuangan kita dulu. Setelah kita tahu pola pengeluarannya, baru kita dapat membuat perencanaan ke depannya.
Yuk, kita kenali pola pengeluaran keuangan kita!

1.     Buatlah klasifikasi pengeluaran uang atau biaya-biaya kita.
Klasifikasi biaya yang biasa dipakai adalah:
·       Biaya makan, seperti belanja bahan makanan, beli/pesan makanan jadi, makan di luar, dll
·       Biaya untuk anak, seperti biaya pendidikan, buku pelajaran, ATK, uang saku, baju/sepatu untuk anak, dll
·       Biaya kesehatan, seperti obat, jasa dokter/klinik, iuran BPJS, dll
·       Biaya transport, seperti biaya bensin, taxi, on-line transport, bis, kereta api, pajak kendaraan, dll
·       Biaya perawatan diri, seperti jasa potong rambut, salon kecantikan, senam/gym, dll
·       Biaya rekreasi, seperti nonton di bioskop, ke taman rekreasi, tiket pesawat liburan, akomodasi liburan, dll
·       Biaya lain-lain adalah pengeluaran yang sekali-sekali kita keluarkan, seperti hadiah ulang tahun, donasi sosial, dll
Namun, kita bisa membuat klasifikasi sendiri yang lebih relevan dengan kebiasaan pola hidup kita.
2.     Mulailah dengan kebiasaan mencatat semua pengeluaran setiap malam.
Pastikan kita memiliki sebuah blocknote kecil dan pensil atau bolpen di tas, atau di dalam kompartemen mobil. Biasakan menyimpan semua bon pengeluaran. Kalau tidak ada bonnya, catat pengeluaran kita di blocknote kita.
Sebelum tidur, catat semua pengeluaran kita dengan mengklasifikasikannya menurut klasifikasi yang sudah kita buat.
3.     Tentukanlah satu hari dalam tiap minggu untuk merangkum pengeluaran kita per klasifikasi. Kita akan memperoleh sebuah gambaran pola pengeluaran kita tiap minggunya.
4.     Kita dapat menggunakan program excel sederhana untuk membuat rangkumannya, atau bentuk lainnya. Saya sendiri menggunakan program Microsoft Money yang sangat mudah dan memang sudah fokus pada pengelolaan keuangan.
Contoh sederhana dengan menggunakan excel setelah dirangkum per minggu kurang lebih seperti berikut ini.

5.     Dengan melihat polanya per minggu, kita akan dapat melihat kebiasaan atau pola hidup kita. Apakah kita terlalu banyak mengeluarkan uang untuk rekreasi? Untuk perawatan diri? Pos mana yang perlu diperhatikan, diperketat, ditambah, dan sebagainya.

Nah, setelah kita mengetahui apa yang akan kita lakukan, barulah kita dapat membuat perencanaan ke depan, yaitu anggaran per bulan dan juga anggaran per tahun, sehingga kita dapat menabung untuk acara liburan keluarga yang spesial!

04 Mei 2009

TIPS SEDERHANA MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA (bagian 1)

Sering kita merasa, memiliki uang Rp 100.000 di saku, ataupun Rp 1.000.000 di dompet, sama-sama habis terbelanjakan tanpa terasa. Kita bahkan tidak bisa dengan segera mengingat apa yang sudah kita beli dengan uang tersebut. Jadi sebenarnya, seberapa banyakpun uang yang kita miliki, bila tidak kita kelola dengan baik, maka uang akan cepat habis. Dan, hal pertama yang harus kita lakukan dalam pengelolaan keuangan adalah perencanaan keuangan.

PERENCANAAN KEUANGAN
Perencanaan keuangan adalah hal penting yang seringkali ditunda pelaksanaannya. Rencana keuangan yang telah disusun dengan susah payah pun, seringkali tidak dilaksanakan. Mengapa? Sangat berkaitan dengan masalah disiplin. Termasuk disiplin untuk tidak mengeluarkan uang yang tidak ada dalam rencana keuangan kita.

Rencana keuangan yang baik akan membantu kita tetap bahagia dan cukup istirahat saat tua nanti. Kita akan dapat menyisihkan sebagian uang kita untuk masa depan keluarga, untuk berwisata ke manca negara, atau membiayai pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah kebiasaan kita dalam membelanjakan uang kita. Jangan sampai terjadi : Besar Pasak Daripada Tiang.

Kenaikan harga bahan pokok, BBM dan kebutuhan lainnya terus merangkak naik, sementara penghasilan kita belum mungkin meningkat secepat itu. Sehingga seringkali kita dihadapkan pada situasi tidak cukupnya penghasilan kita untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk menyiasatinya?

Sebagian dari kita akan berkata mencari penghasilan tambahan adalah jalan keluarnya. Tapi harus kita akui, mendapatkan penghasilan tambahan tidaklah mudah. Bahkan kadangkala pengorbanan yang harus dilakukan tidak seimbang dengan hasil yang diperoleh. Untuk itu, sebelum memutuskan untuk mencoba mencari penghasilan tambahan, ada baiknya kita melakukan pembenahan dari dalam terlebih dahulu. Sebab bila kita menambah penghasilan namun tidak ada perubahan pola menggunakannya, usaha kita akan sia-sia. Masalah keuangan sebenarya tidak bergantung pada berapa besar yang kita dapatkan, tetapi bagaimana kita menggunakannya.

Banyak kebiasaan yang dapat kita latih untuk dapat membuat rencana keuangan keluarga sebagai sebuah rutinitas. Tapi, memulai melakukan perencanaan adalah yang tersulit.
(bersambung)