
Bunker ini sudah ada sejak era kolonial. Tempat ini dibangun untuk berlindung dari ganasnya Gunung Merapi. Kenyataannya, tempat ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Bahkan saat peristiwa erupsi di tahun 2006, dua relawan yang berlindung di dalam bunker ini justru tewas di dalamnya.
Tempat ini menyimpan cukup banyak jejak ganasnya Gunung Merapi. Di Bunker Kaliadem terdapat pintu utama yang terbuat dari baja setebal 15 cm. Ruangan bunker masih memiliki sisa-sisa material Merapi dan bagian atas yang dilapisi batu serta pasir vulkanis.
Merapi Tour yang berlangsung selama 4 jam ini cukup memberikan pemahaman kepada kami akan kedahsyatan dampak meletusnya Gunung Merapi di tahun 2006 dan 2010 yang telah meluluh lantakkan begitu banyak kekayaan alam karunia Tuhan.









